Tampilkan postingan dengan label Cocok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cocok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 02, 2013

Lensa yang Cocok untuk Pemotretan Landscape


Contoh panjang fokal (dok. Johntefon)Jakarta - Lensa dengan focal length berapa yang cocok untuk saya yang gemar melakukan pemotretan landscape? Dan filter apa saja yang cocok untuk saya pakai?

Thx.

(Cahyani, 18 tahun)

Jawaban:

Sebenarnya tidak ada aturan bagi seorang fotografer landscape harus menggunakan lensa berapa mm, namun bagi yang ingin leluasa bisa membawa lensa dengan rentang sekitar 17mm sampai 200mm, dan itu bisa terdiri dari satu sampai tiga lensa.

Satu lensa: 8mm-200mm

Dua lensa:

- 18mm-55mm
- 55mm-250mm

Tiga lensa:

- 17mm-40mm
- 24mm-105mm
- 70mm-200mm

Namun saya sendiri lebih sering membawa tiga buah lensa fix:

- TS-E 24mm f/3.5 L II Tilt-Shift
- 85mm f/1.2 L II USM
- 400 mm f/5.6L USM

Filter wajib:

- ND8 untuk menurunkan 3 stop
- ND400 untuk menurunkan 8 stop
- CPL untuk mengontraskan langit

( sha / rou ) Johntefon Johntefon merintis karir sejak tahun 1979 sebagai ilustrator. Ia kemudian aktif mengasuh rubrik digital imaging di sejumlah media serta menerbitkan belasan software digital imaging di kisaran tahun 2000-an. Johntefon juga aktif menjadi pembicara di berbagai seminar fotografi serta menjadi dosen tamu tetap luar biasa di Institut Seni Indonesia sejak tahun 2002 hingga sekarang. Website: johntefon.com, Twitter: @johntefon.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


View the original article here

Kamis, Januari 31, 2013

Lebih Murah & Tahan Banjir, Monorel Cocok Dibangun di Jakarta

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong kebangkitan proyek monorel di ibukota. Berbagai kalangan optimistis monorel adalah cara jitu menangani kemacetan di Jakarta.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia Tris Budiono mengatakan, ada beberapa alasan mengapa monorel akan menjadi pilihan tepat transportasi massal baru warga Jakarta.

"Ini (monorel) teknologi berbasis rel. Kita juga nggak akan kebanjiran karena adanya di atas atau elevated (melayang)," ungkap Tris kepada detikFinance, Senin (28/1/2013).

Tris berujar, pembangunan monorel juga bisa dilakukan di sepanjang jalan tol karena sifatnya yang melayang. Ia juga memberikan rekomendasi jalur padat transportasi yaitu Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) sangat bisa dibangun proyek monorel.

"Di sepanjang jalan tol juga bisa didirikan monorel, karena monorel itu simpel. Pada jalur Bundaran HI- Lebak Bulus itu jalur vital dan padat monorel cocok dan tidak mengganggu lalu lintas," ujarnya.

Ia menambahkan, ada aspek penting lainnya dalam pembangunan proyek monorel ini, yaitu dana. Untuk taraf transportasi massal moderen, monorel jauh lebih murah bila dibandingkan dengan MRT (mass rapid transit).

"Estimasi monorel per km itu hanya Rp 300 miliar/km, sedangkan MRT bisa sampai Rp 1 triliun/km. Jadi jauh lebih murah monorel daripada MRT," cetusnya.

(wij/dnl)


View the original article here