Tampilkan postingan dengan label Kompasiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompasiana. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 06, 2013

Cara Mengurangi Beban Server Kompasiana

Sedikit saya ingin berbagi tips agar server kompasiana tidak terbebani. Maksud beban disini adalah beban penyimpanan agar hardisk server tidak cepat penuh.

Mungkin teman-teman kompasianer pernah mengalamai membuka artikel lama yang gambar ilustrasinya sudah hilang. Kejadian ini karena server telah menghapus gambar-gambar itu. Baik gambar yang ada di server kompasiana maupun gambar yang anda link dari situs-situs lain.

Dengan banyaknya gambar-gambar atau foto-foto yang menjadi ilustrasi setiap artikel yang kita posting di kompasiana. Maka media penyimpanan pada server akan cepat penuh. Apalagi jika kapasitas tidak ditambah, maka korbannya adalah foto-foto dan gambar-gambar ilustrasi kita akan dihapus dari hardisk di server.

Untuk mengatasi masalah ini maka saya mempunyai cara agar beban server kompasiana berkurang dan foto-foto ilustrasi kita tidak hilang. Caranya adalah dengan menyimpan foto-foto atau gambar-gambar ilustrasi tersebut ke facebook. Kenapa ke Facebook? Saya rasa facebook adalah media jejaring sosial terbesar di dunia dengan kapasitas penyimpanan pada server yang sangat besar dan tidak mungkin melakukan penghapusan foto atau gambar-gambar yang anda simpan disana selama akun anda belum anda tutup atau belum dibanned oleh pihak facebook.

Berikut ini cara mengcopy paste foto di facebook untuk dimasukkan ke artikel anda yang akan diposting di Kompasiana.

gambar 1 form facebook (docpri)

Kemudian masukan gambar ke editor artikel

Untuk menambah keterangan gambar

Gambar 2. from facebook.com (docpri)Klik gambar dan klik edit (lihat gambar 2)
Gambar 3 from facebook (docpri)Ketik keterangan pada kolom Edit image.Caption (lihat gambar 3)
Gambar 4. from facebook.com (docpri)Kemudian Klik Update (lihat gambar 4). Maka gambar anda telah masuk ke artikel dilengkapi dengan keterangan gambar.Demikian tips sederhana ini semoga bermanfaat.

Salam Kompasiana dan bahagia selalu.


View the original article here

Papua, IDKita Kompasiana is Coming …..

By Christie Damayanti

136012399585973473 Dokumen Pribadi

Aku dengan Bu Regina Karma dan tim dari Papua

Ke Papua? Dengan keadaanku dalam keterbatasan? Sepertinya agak tidak mungkin, secara aku bayangkan bahwa Papua belum rmah dengan disabled seperti aku. Jakarta saja tidak atau belum ramah untuk kami, bukan? Jadi, dengan sadar aku tidak mungin ke Papua dengan keadaanku seperti ini …..

Tetapi, ternyata aku dimungkinkan untuk pergi kesana, karena jika memang harus kesana aku harus mempunyai fasilitas2, seperti dana, teman ataupun fasilitas2 fisik disana. Dan kemungkinan besar, segera aku dapat pergi ke Papua, bersama IDKita Kompasiana serta Kemen Kominfo.

Ketika acara Seminar di Hari Ibu Nasional ( lihat tulisanku IDKita Remaja Sudah Membuktikannya di Seminar “Peranan Ibu di Era Digital” ….. dan Ketika Anak Melihat Seseorang Bergelimang Darah di Internet, kami berbincang dengagn beberapa Ketua PKK ( istri Gubernur ) daerah. Beberapa Ketua PKK itu sangat tertarik dengan konsep Parenting Contrtol yang kami bawakan untuk workshopnya. Salah satu diantaranya adalah Ibu Regina Karma, seorang Ketua PKK dari Papua. Beliau ingin mengajak IDKita Kompasiana untuk mengadakan presentasi,penyuluhan dan dialog bagi warga Papua tentang positif dan negarif dunia maya.

Bahwa warga Papua sudah banyak yang mengenal teknologi, termasuk internet. Mungkin belum semua mampu untuk terjun dlam internet lewat laptop, tetapi hanya dengan handphone yang murahpun, mereka akan dapaat mengakses internet. Dan justru mereka2 inilah yang tidak banyak dibekali tentang bahaya sebuah dunia, yang berlawan dengan dunia nyata mereka …..

Ketika workshop sudah selesai dan kami bersiap2 untuk membereskan dokumen2 IDKita Kompasiana, bu Regina Karma menghampiriku. Aku menyambutknya dan terjadilah diskusi yang menyenangkan tentang Parenting Control, juga tentang sebuah rencana untuk warga Papua. Bu Regina sangat ramah. Aku melihat beliau dari panggung ketika workshop masih berjalan, dan Bu Regina sangat serius dengan kata2 Valentino yang membawkan workshop itu. Dengan dibantu oleh Chia, salah seorang tim IDKita Kompasiana, Bu Regina serta tim dari Papua lebih mengerti bagaimana cara men-download serta mengaktifkan Parenting Control di masing2 gadget mereka.

1360124113797901944

Chia, salah satu tim IDKita Kompasiana, terjun membantu Bu regina Karma dan timnya, bersama dengan IDKita Remaja sebagai asisten penyaji dari Valentino.

Memang tidak banyak waktu untuk kita berbincang, tetapi paling tidak IDKita Kompasiana mampu membuat Ketua2 PKK mulai tersentak dan membuat mereka lebih mengerti dan peduli dengan anak2 dan remaja mereka di daerah2 di seluruh Indonesia. Dan ketika kami beranjak keluar ruangan, setelah berfoto bersama, aku meminta email, nomor telepo serta pin bb beliau untuk bisa terus saling bersilahturahmi serta berhubungan tentang internet atau apapun. Dan aku mengundang beliau untuk makan malam dengan kami di sebuah restauran untuk terus ‘keep and touch’ dengan beliau, karena beliau masuh beberapa hari di Jakarta ……

1360124202271650667

Aku, Valentino dan Bu Regina Kaarma, berdiskusi setelah workshop selesai …..

Sayangnya, besoknya dimana sorenya kami mengundang Bu Regina dan timnya, tiba2 beliau harus pulang karena anaknya sakit di Papua dan di opnam di rumah sakit disana, sehingga batal lah apa yang sudah kami rencanakan …..

***

Seminggu yang lalu, Valentino rapat kerja dengan tim Kemen Kominfo di Bandung tentang Focus Discussion Group ( FDG ) “Kebijakan dan Strategi tentang Internet Sehat dan Aman tahun 2013?, Bu Mariam F.Barata, Direktur Pemberdayaan telematika Kemen Kominfo, meyatakan bahwa tahun 2013 ini, mereka ingin ‘menggebrak’ tentang Internet Sehat dan Aman, di seluruh Indonesia. Dan Indonesia Timur akan mendapat fokus karena belum banyak yang tahu, bahwa Indonesia Timur mempunyai potensi yang luar biasa, bahkan tentang teknologi, khususnya internet.

Aku menghubungi Bu Regina Karma melalui bbm kami hari Sabtu kemarin, sedikit berbincang dan beliau akhirnya menelponku setelah aku coba meneleponnya tetapi sangat sulit. Bergantian aku dan Valentino bicara melalui telponku, untuk memberitahukan bahwa kami siap untuk datang ke Papua dalam rangka mengedukasi warga Papua tentang Internet Sehat dan Aman. Dan bu Regina sangat antusias tentang kegiatan ini. Sehingga kami mulai memfokuskan kegiatan IDKita Kompasiana ke Papua, dan semoga akan segera terlaksana …..

Tidak gampang untuk menyatukan dua daerah, apalagi jauh dari Jakarta. Untuk mengaturnya saja tidak mudah, apalsgi persiapan2 yang pasti akan menguras pikiran. Walau dadaku berdegup karena semangat untuk datang bersama IDKita Kompasiana ke Papua dan mengedukasi warga Papua, tetap saja aku agak kepikiran, dengan kondisiku yang dalam keterbatasa. Pemikiran2 tentang kegiatan in ipun terus bergulir di otakku, dan di pikiran Valentino, dan kami mulai membuat proposal serta materi2 yang dibutuhkan untuk disana.

Karena segmen nya sangat berbeda. Dengan Jakarta yang memang sangat ‘maju’ tentang teknologi, tetapi Papua masih sangat tertinggal, walau bukan tidak mampu, pastilah segmen pendengarnya benar2 sangat jauh berbeda. Di Jakarta, hampir semua bekerja dan sangat modern, tetapi di Papua mungkin sebagian besar adalah sebagai petani atau peternak yang belum tahu apa itu teknologi, tetapi anak2 mereka aku yakin bahwa mereka tetap tidak tertinggal …..

Kami hanya tinggal menunggu kabar dari Bu Regina Karma untuk IDKita Kompasiana mulai melakukan kegiatan ini. Karena dengan Bu Regina sebagai Ketua PKK di Papua, sangat mengapresiasi konsep dan kegiatan ini. Dan dengan beliau mau memfasilitasi, bukan tidak mungkin IDKita Kompasiana SEGERA datang ke Papua untuk sosialisasi dan edukasi Internet Sehat dan Aman, tentunya juga berkolaborasi dengan Kemen Kominfo …..

Selamat datang dalam pelayanan di Papua, segera …..

1360132388625674869

Profil | Tulisan Lainnya


View the original article here

Selasa, Februari 05, 2013

Infographics: Kepopuleran Kompasiana

Muak dengan angka – angka statistik yang bikin otak “njelimet,” atau kalau dalam bahasa Indonesianya puyeng.. eh, susah/pusing maksudnya! Sudah saatnya otak anda di segarkan dengan sesuatu yang menarik dengan perumpamaan yang menyegarkan.

Berikut ini adalah gambar dan penjelasan singkat yang dikutip langsung dari sumber terpercaya. Siapa lagi kalau bukan WebEmpires (setan apa tuh) Hehehe… Baiklah, akan saya tuliskan gambaran umum mengenai OnlineApps tersebut.

Kabar gembira untuk para Blogger /Admin sebuah website, karena sekarang anda bisa melihat populasi imperium Weblog/ Website yang tervisualisasi secara unik. Ini bukan cerita para kaisar di masa silam, yang menguasai sebuah wilayah yang sangat besar dengan kekuatan tentaranya yang menakutkan.

Artikel ini, ingin memberitahukan kepada siapapun yang merasa memiliki sebuah Weblog atau menjadi Admin sebuah Website untuk mencoba sebuah aplikasi Online yang bernama Web Empires. Aplikasi ini berfungsi menampilkan popularitas Weblog /Website anda secara unik dan menarik. Dengan menyajikan data tampilan grafis yang dominan, menggambarkan seperti apa kebesaran Imperium anda.

Anda dibuat seperti seorang raja yang yang memiliki sebuah masyarakat (visitor) dengan populasi yang fluktuatif, tergantung servis atau bagaimana anda mengelola negara anda (red Weblog/ Website). Aplikasi Web Empires, yang pertamakali di luncurkan pada 2 September 2010 ini dikembangkan oleh Sharenator Team. [Sumber : Seberapa Besar Imperium Weblog/Website Kamu]

Penjelasan singkat itu saya kutip dari lab salah seorang Prof bidang IT yang paling berpengaruh se-Jagad, siapa lagi kalau bukan saya sendiri! Xixixi.. Justkid Bro! Wokeh, langsung saja pada info menarik tanpa penjelasan panjang lebar berikut ini:

Jika Kompasiana adalah sebuah Negara!

13592464371425811480 Capture From My Kompi

Satu dari sekian orang adalah visitor Kompasiana

13592465531988728162 Capture From My Kompi

Jika visitor/kompasianer di tampung dalam satu wadah (bukan ember, ya!) maka butuh 11 lapangan seluas lapangan Texas di Amriki. eh Amerika maksudnya!

135924661610829258331359246734116507545713592467951602055603Capture From My Kompi

Dan yang terakhir

1359246993105658707

Demikianlah info singkat mengenai Imperium Kompasiana, yang mudah – mudahan tidak membuat pembacanya bete!

Link Sumber:

WebEmpires


View the original article here

Senin, Februari 04, 2013

‘Make Money’ via Kompasiana, Really?

Hati-hati dengan iklan yang membujuk korbannnya untuk mendapatkan uang- ‘make money’ semisal ada iklan yang mengklaim mampu mendatangkan penghasilan/uang via internet, namun jangan salah Iklan yang satu ini bukan sembarang iklan karena terpampang di blog ini, untuk lebih jelas bisa dilihat disini

Kemungkinan iklan ini tidak akan menipu karena setiap iklan yang  masuk kompasiana tentu sudah ‘dilihat’ sedemikian rupa, lagi pula pakar IT banyak di kompasiana ini, kesimpulannya Iklan ini bukan tipuan.

Namun saya sendiri ragu karena iklan seperti ini bukan hal yang baru, banyak penipuan berkedok iklan “make money” seperti ini.

Kiranya admin kompasiana bisa menjelaskan tentang iklan ini untuk mencegah kompasianer atupun pengguna internet lain tertipu.

Jika ada jaminan dari admin bahwa ikla ini bukan tipuan, kita bisa mempelajari lebih lanjut, semoga iklan di kompasiana tidak membingungkan.

Terima kasih


View the original article here