Tampilkan postingan dengan label Masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 09, 2013

Cak Imin Klaim Investor Asing Masih Nyaman di Indonesia

Mojokerto - Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia dinilai masih nyaman oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar. Meskipun banyak perusahaan yang angkat tangan menyusul tuntuan para buruh yang menginginkan upah layak.

"Sampai dengan saat ini belum ada PMA yang pindah. Masih nyaman berada di Indonesia," katanya membuka Mukernas ke II Dema/BEM Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia di Mojokerto Jumat (8/2/2013).

Menurutnya, jaminan yang diberikannya tidak sebatas menyangkut keamanan, namum fasilitas mediasi antara buruh yang giat menuntut kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang relatif besar jug diberikannya.

Pernyataan Muhaimin ini sekaligus menepis kekhawatiran Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi yang memperkirakan bakal ada sekitar 10 perusahaan asing siap hengkang dari Indonesia. Sebab upah minumin provinsi (UMP) 2013 terlalu tinggi.

"Memang banyak perindustrian yang modalnya terbatas menyayangkan hal itu. Namun hingga saat ini belum ada hyang hengkang dari Indonesia," ujar Ketua Umum PKB ini.

Cak Imin lantas menjelaskan, ada 904 perusahaan yang memang sangat keberatan dengan pemberlakuan sistem UMP tahun 2013 ini. Sedangkan yang sekitar 400 perusahaan sudah resmi izin hengkang.

"Ke 400 perusahaan ini bukan merupakan PMA namun lebih bersifat padat karya" paparnya.

(dru/dru)


View the original article here

Rabu, Februari 06, 2013

Masih Fokus di KPR, BTN Patok Kredit Tumbuh 23%

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tetap fokus pada penyaluran kredit untuk properti tahun 2013. Ditargetkan outstanding kredit sebesar 23 persen. Dimana untuk sektor perumahan diberikan prosi 86%.

Demikianlah yang disampaikan oleh Direktur Utama BTN Maryono saat melangsungkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (6/2/2013).

"Target kredit tahun ini 23 persen untuk outstanding, hampir sama dengan 2012. Sekitar itu. Tapi untuk realisasi baru bisa sampai 30 persen," ungkapnya.

Maryono menuturkan porsi untuk sektor perumahan adalah sebesar 86 persen. Sedangkan sisanya akan diupayakan secara optimal untuk sektor non perumahan namun dengan skala mikro.

"Misalnya masuk kawasan industri terkait properti, perhotelan. Konsumer yang ada di rumah, seperti furniture. Masih berbau-bau propertilah," terangnya.

Selain itu, Ia menambahkan dana pihak ketiga (DPK) akan ditargetkan tumbuh sebesar 22%. Sedangkan porsi CASA (giro dan deposito) ditargetkan mencapai 50%

"Tapi ini kan sedang diaudit jadi kita akan tunggu hasil audit selesai juga," pungkasnya.

(dru/dru)


View the original article here